Sabtu, 04 Oktober 2025

membedakan early repolarisasi dan stemi

Membedakan **Early Repolarization** dan **ST Elevation** (seperti pada STEMI) di lead V2, V3, V4 sangat penting dalam praktik klinis. Berikut panduan membedakannya:

## **Karakteristik Early Repolarization:**

1. **ST Elevation**
   - Elevasi ST yang **konkaf** (cekung ke atas)
   - Biasanya <2-3 mm
   - Dimulai dari J point yang elevated

2. **Gelombang T**
   - Gelombang T **tinggi, asimetris, dan prominent**
   - Concordant dengan QRS (searah)
   - T wave tampak "besar dan tegak"

3. **Notching J Point**
   - Terdapat **notch** (takik) atau **slur** di J point
   - Ini adalah ciri khas early repolarization
   - Terlihat seperti "hook" kecil di akhir QRS

4. **Rasio ST/T**
   - Rasio amplitudo ST elevasi terhadap tinggi gelombang T **<0.25**
   - T wave jauh lebih tinggi dibanding ST elevasi

5. **Distribusi Lead**
   - Sering di lead **lateral dan inferior** juga (V4-V6, II, III, aVF)
   - Distribusi **diffuse/widespread**

## **Karakteristik ST Elevation (STEMI):**

1. **ST Elevation**
   - Elevasi ST yang **konveks** (cembung ke atas) atau horizontal
   - Biasanya ≥2 mm di lead prekordial
   - ST segment berbentuk "tombstone" pada kasus berat

2. **Gelombang T**
   - Gelombang T **hiperakut** (awal) atau **inverted** (kemudian)
   - Bisa tumpul dan lebar
   - T wave tidak proporsional tinggi

3. **Tidak ada Notching**
   - **Tidak ada notch** di J point
   - Transisi langsung dari QRS ke ST elevation

4. **Rasio ST/T**
   - Rasio ST/T **>0.25** (terutama di V2-V4)
   - ST elevasi lebih prominent relatif terhadap T wave

5. **Reciprocal Changes**
   - Ada **ST depression** di lead yang berlawanan
   - Misalnya: ST elevasi di V2-V4 dengan ST depresi di lead inferior

6. **Gelombang Q Patologis**
   - Bisa muncul gelombang Q yang dalam dan lebar
   - Menunjukkan infark transmural

## **Tips Praktis:**

- **Konteks Klinis**: Pasien dengan nyeri dada tipikal angina → curigai STEMI
- **Usia**: Early repolarization lebih sering pada **usia muda (<50 tahun)**, atlet
- **Dinamis**: STEMI bersifat **dinamis** (berubah dari waktu ke waktu), early repolarization **stabil**
- **Serial EKG**: Lakukan serial EKG, jika ST elevasi hilang dengan nitrat → kemungkinan iskemia

## **Kesimpulan Cepat:**

| Fitur | Early Repolarization | STEMI |
|-------|---------------------|-------|
| Bentuk ST | Konkaf | Konveks |
| J point | Notched/slurred | Smooth |
| T wave | Tinggi, prominent | Hiperakut/inverted |
| Rasio ST/T | <0.25 | >0.25 |
| Reciprocal | Tidak ada | Ada |
| Klinis | Asimtomatik | Nyeri dada |

**Jika ragu**, selalu **prioritaskan keselamatan pasien** - anggap sebagai STEMI sampai terbukti sebaliknya, terutama jika ada gejala klinis!

Rabu, 26 Februari 2025

laporan pemeriksaan fisik pada kasus dermatitis seboroik

Laporan pemeriksaan fisik kulit pada kasus **dermatitis seboroik** akan mencakup temuan-temuan khas yang terkait dengan kondisi peradangan kulit kronis ini. Berikut adalah deskripsi umum yang mungkin ditemukan:

---

### 1. **Lesi Kulit**
   - **Eritema (kemerahan)**: Area kulit yang terkena tampak kemerahan, seringkali dengan batas yang tidak terlalu jelas.
   - **Skala (sisik)**: Sisik berwarna putih atau kekuningan, berminyak, dan mudah terlepas. Sisik ini sering disebut sebagai "ketombe" ketika terjadi di kulit kepala.
   - **Plak**: Pada kasus yang lebih parah, lesi dapat membentuk plak yang lebih tebal dan berminyak.

---

### 2. **Lokasi Lesi**
   Dermatitis seboroik biasanya muncul di area kulit dengan banyak kelenjar sebaceous (minyak). Lokasi yang umum meliputi:
   - **Kulit kepala**: Ketombe (skala ringan) atau plak eritematosa dengan skala tebal.
   - **Wajah**: Area alis, lipatan nasolabial (samping hidung), dan belakang telinga.
   - **Dahi**: Seringkali di dekat garis rambut.
   - **Telinga**: Baik di belakang telinga maupun di dalam liang telinga.
   - **Dada bagian atas**: Terutama di area sternum.
   - **Area lipatan tubuh**: Seperti ketiak atau selangkangan (pada kasus yang lebih jarang).

---

### 3. **Gejala Subjektif**
   - **Gatal (pruritus)**: Gatal ringan hingga sedang sering dilaporkan, terutama pada kulit kepala atau area wajah.
   - **Rasa terbakar atau tidak nyaman**: Terutama jika lesi terjadi di area wajah atau lipatan kulit.

---

### 4. **Karakteristik Lesi**
   - **Berminyak**: Lesi dan sisik cenderung berminyak karena aktivitas kelenjar sebaceous yang berlebihan.
   - **Simetris**: Lesi sering muncul secara simetris di kedua sisi tubuh (misalnya, kedua alis atau kedua sisi hidung).
   - **Kronis dan rekuren**: Dermatitis seboroik cenderung hilang dan kambuh, terutama dipengaruhi oleh faktor seperti stres, cuaca dingin, atau perubahan hormonal.

---

### 5. **Tanda Lain**
   - **Pada bayi (cradle cap)**: Pada bayi, dermatitis seboroik dapat muncul sebagai kerak tebal, berminyak, dan kekuningan di kulit kepala.
   - **Pada dewasa**: Lesi dapat bervariasi dari ringan (hanya ketombe) hingga parah (plak eritematosa dan skala tebal).

---

### 6. **Diagnosis Banding**
   - Psoriasis: Lesi psoriasis cenderung lebih tebal, kering, dan memiliki skala keperakan.
   - Dermatitis atopik: Biasanya lebih gatal dan sering terjadi di lipatan siku atau lutut.
   - Infeksi jamur (tinea): Dapat dibedakan dengan pemeriksaan KOH untuk melihat adanya jamur.

---

### 7. **Pemeriksaan Tambahan**
   - **Pemeriksaan klinis**: Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan temuan klinis.
   - **Biopsi kulit**: Jarang diperlukan, tetapi dapat dilakukan untuk menyingkirkan kondisi lain seperti psoriasis.

---

### Kesimpulan
Laporan pemeriksaan fisik kulit pada dermatitis seboroik akan mencakup deskripsi lesi eritematosa dengan skala berminyak, lokasi khas (kulit kepala, wajah, dan area berminyak lainnya), serta gejala seperti gatal ringan hingga sedang. Temuan ini membantu membedakan dermatitis seboroik dari kondisi kulit lainnya yang serupa.

laporan pemeriksaan fisik kasus scabies

Laporan pemeriksaan fisik kulit pada kasus scabies biasanya mencakup temuan-temuan khas yang terkait dengan infeksi tungau *Sarcoptes scabiei* var. *hominis*. Berikut adalah deskripsi umum yang mungkin ditemukan:

### 1. **Lesi Kulit**
   - **Papula eritematosa**: Benjolan kecil kemerahan yang sering ditemukan di area lipatan kulit, seperti sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, atau area genital.
   - **Terowongan (burrows)**: Garis halus, berwarna keabu-abuan atau kecoklatan, dengan panjang beberapa milimeter. Ini adalah jalur yang dibuat oleh tungau di bawah kulit.
   - **Vesikel atau pustula**: Dapat muncul sebagai lesi kecil berisi cairan, terutama pada kasus yang lebih parah atau jika terjadi infeksi sekunder.

### 2. **Gatal (Pruritus)**
   - Gatal hebat, terutama pada malam hari, adalah gejala khas scabies. Gatal ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap tungau dan produknya.

### 3. **Lokasi Lesi**
   - Lesi sering ditemukan di area dengan kulit tipis dan lipatan, seperti:
     - Sela-sela jari tangan dan kaki.
     - Pergelangan tangan.
     - Siku bagian dalam.
     - Ketiak.
     - Area pinggang dan bokong.
     - Genitalia (pada pria).
     - Payudara (pada wanita).
     - Pada bayi dan anak-anak, lesi dapat muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan wajah.

### 4. **Tanda Sekunder**
   - **Ekskoriasi**: Garis-garis goresan akibat garukan karena gatal.
   - **Lichenifikasi**: Penebalan kulit akibat garukan kronis.
   - **Infeksi sekunder**: Lesi kulit yang terinfeksi bakteri (impetigo) dapat muncul sebagai krusta atau nanah.

### 5. **Tanda Lain**
   - **Nodul scabies**: Benjolan kemerahan atau kecoklatan yang dapat bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah pengobatan, terutama di area genital atau ketiak.
   - **Scabies berkrusta (Norwegian scabies)**: Pada kasus yang parah, terutama pada individu dengan sistem imun yang lemah, kulit dapat menebal dan membentuk krusta yang mengandung ribuan tungau.

### 6. **Pemeriksaan Tambahan**
   - **Tes tinta**: Tinta dapat diaplikasikan pada kulit untuk melihat terowongan (burrows) yang lebih jelas.
   - **Pemeriksaan mikroskopis**: Kerokan kulit dari lesi atau terowongan dapat menunjukkan adanya tungau, telur, atau kotoran tungau.

### Kesimpulan
Laporan pemeriksaan fisik kulit pada scabies akan mencakup deskripsi lesi khas, lokasi distribusi, dan gejala terkait seperti gatal hebat. Temuan ini membantu dalam menegakkan diagnosis dan membedakan scabies dari kondisi kulit lainnya.